Dampak Virus Corona Terhadap Industri Game dan Esports

Dampak Virus Corona Terhadap Industri Game dan Esports – Sejak munculnya wabah virus Corona di kota Wuhan, telah memberikan dampak dan efek yang cukup besar di dunia. Dampak virus ini juga dirasakan oleh industri Game dan juga Esports, dimana banyak sekali turnamen – turnamen yang rencananya akan diselenggarakan di Tiongkok dan Kores Selatan, akhirnya harus di undur sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Penundaan ini juga terjadi pada gelaran LPL di Tiongkok. Bahkan LCK dilaporkan, tidak memperkenankan para pengunjung untuk masuk kedalam studio, hal ini bertujuan untuk mencegah agar virus Corona ini tidak terus menyebar. Berbicara Eropa, ESL Katowice 2020 akan dimulai dalam waktu dekat. Apa yang dilakukan oleh ESL mengenai hal ini?

Dampak Virus Corona Terhadap Industri Game dan Esports

Dampak Virus Corona Terhadap Industri Game dan Esports

ESL Antisipasi virus Corona

ESL Katowice 2020, telah menginformasikan akan memberlakukan beberapa peraturan baru, yang harus dipatuhi oleh semua pengunjung. Hal ini dilakukan karena, mengingat virus Corona yang telah menyerang Eropa, yang masuk melalui kota Italia. Semua pengunjung yang akan datang ke ESL Katowise 2020 nanti, harus melewati screening yang telah disediakan sebelum masuk ke dalam venue ESL.

Dengan adanya screening ini, dapat mendeteksi suhu tubuh para pengunjung yang akan datang nantinya. Sehingga pengunjung yang memiliki suhu tubuh yang tinggi, maka tidak diperbolehkan untuk masuk dan mengikuti acara ESL ini.

Pihak ESL Katowise ini juga telah bekerja sama dengan pemerintahan Polandia, yang menyediakan tenaga medis dan juga pos sanitasi selama pergelaran ESL Katowise 2020 ini berlangsung. Tenaga medis yang disediakan, tidak hanya untuk berjaga – jaga. Namun juga memberikan edukasi terkini kepada para pengunjung, mengenai cara mencegah penyebaran virus Corona ini, seperti salah satunya menjaga kebersihan diri dan juga lingkungan venue ESL tersebut.

READ  Source Code CSGO dan Team Fortress 2 Bocor di Internet

Tidak hanya pengunjung yang akan dimintai surat keterangan sehat, namun semua pemain atau peserta ESL Katowise 2020 ini juga. Harus menyediakan surat keterangan sehat, dari negara mereka berasal. Terutama para pemain yang negaranya telah terjangkit virus Corona ini, seperti salah satunya yaitu Tyloo yang juga akan mengikuti kompetisi ESL Katowise ini.

Peraturan ketat ini memang harus dilakukan, mengingat acara ini akan menjadi sebuah ajang, dimana berkumpulnya ribuan pemain dari berbagai negara. Sehingga kemungkinan atau resiko penyebaran virus Corono ini akan semakin besar.

Namun sayangnya pada tanggal 28 Februari 2020, ESL mengumumkan pelarangan pengunjung untuk datang ke venue. Jaroslaw Wieczorek selaku Gubernur Silesia membatalkan izin acara ESL Katowice 2020 di detik-detik akhir. Hal ini akibat dari pemerintah Polandia yang sangat concern terhadap penyebaran virus Corona. Dengan demikian, pihak ESL mengabarkan bahwa mereka akan mengembalikan uang tiket yang sudah dibeli oleh para penonton.

Penjualan dan Produksi Nintendo Yang Menurun

Akibat adanya virus Corona ini, juga memberikan dampak buruk pada penjualan dan produksi game Nintendo. Dimana dikabarkan penjualan Nintendo Switch ini, mengalami penurunan yang sangat signifikan sekali. Angka yang ditunjukan pada penjualan mesin Nintendo Switch ini pada minggu ke-3 bulan Februari 2020 ini, hanya sebesar 10.000 unit saja. Angka ini menunjukan penurunan yang sangat besar sekali, mengingat dimana penjualan Nintendo Switch ini tidak pernah dibawah angka penjualan 70.000 unit setiap minggunya.

Penjualan dan Produksi Nintendo Yang Menurun

Penurunan ini salah satunya diakibatkan karena, produksi dan distribuksi komponen mesin Nintendo Switch di Tiongkok, harus dikurangi sehingga memberikan dampak buruk pada proses produksi dan perakitannya di negara Vietnam.

Bahkan penjualan Nintendo Switch ini diperkirakan akan terus mengalami penurunan, akibat virus Corona yang terus menyebar luas ke berbagai negara lainnya. Bloomberg sendiri memperkirakan akan terjadi kekurangan dalam ketersediaan Nintendo Switch dalam beberapa kurun waktu ke depan.