Ini 7 Game Kontroversial Yang Dilarang Di Beberapa Negara

Ini 7 Game Kontroversial Yang Dilarang Di Beberapa Negara – Game merupakan sebuah sarana yang tepat untuk menyingkirkan lelah atau mencari hiburan. Namun, kadang kala ada sebagian game yang dianggap kontroversial sebab bermacam banyak alasan.

Ini 7 Game Kontroversial Yang Dilarang Di Beberapa Negara

Ini 7 Game Kontroversial Yang Dilarang Di Beberapa Negara

Alasan paling lazim adalah konten yang terdapat dalam sebuah game tidak relevan bagi suatu negara. Karena terkena bokir, pihak developer kudu mengubah mengisi konten dalam game-nya supaya pemblokir sanggup tercabut.

Nah, kali Dafunda Game akan mengulas tentang 7 game paling kontroversial yang terkena larangan oleh sebagian negara. Biar tidak penasaran lagi, yuk lihat pembahasan Game Online Gratis tersebut ini!

1. GTA Series

Grend Theft Auto merupakan seri game waralaba punya Rockstar Games. Dalam game ini Rockstar banyak beri tambahan konten kekerasan, pornografi, judi, dan konten negatif lainnya. Karena hal itu, sebagian negara sempat melarang peredaran game ini pada negaranya. Total ada 50 negara yang dulu melarang game ini seperti Malaysia, Brazil, dan Denmark.

2. Counter Strike

Game paling kontroversial seterusnya adalah Counter Strike. Salah satu negara yang melarang peredaran game ini adalah Brazil. Namun, pelarangan ini bukan sebab konten kekerasan dalam game-nya. Tetapi sebab salah satu tempat dalam Counter Strike mirip bersama sebuah wilayah berasal dari Brazil.

Tempat dalam game Counter Strike yang mirip ini bernama Favela, Favela merupakan wilayah Brazil bersama angka kriminalitas dan pembunuhan yang tinggi. Nah, pemerintah Brazil tidak idamkan wilayahnya tersebut jadi sebuah sarang terorist. Sehingga Brazil memblokir Counter Strike, tapi pada th. 2007, Pemerintah Brazil mencabut larangannya pada game ini.

3. Mortal Kombat

Siapa yang tidak kenal bersama game fighting, Mortal Kombal. Game ini jadi salah satu game paling kontroversial yang dulu ada, sebab adegan kekerasan yang sadis dalam setiap pertarungan. Indonesia sendiri adalah negara yang memblokir seri Mortal Kombat 11. Tidak hanya persoalan soal adegan kekerasannya, tapi termasuk Mortal Kombat 11 menyisipkan unsur komunisme pada salah satu karakternya.

READ  Cutscene Rahasia Dalam Misi Red Dead Redemption 2 Ditemukan Seorang Youtuber
4. God of War

Menjanjikan grafis yang memukau dan juga cerita mitologi yang menarik, tidak menyebabkan God of War lolos berasal dari tindakan banned. UEA adalah negara yang melarang peredaran game ini pada negaranya. Alasan hanya sebab pemanfaatan kata ‘God’ atau ‘Tuhan’, supaya mengharuskan game ini kudu hengkang berasal dari negara minyak tersebut.

5. PUBG Mobile

Kalau yang satu ini kalian pastis sudah tau negara apa yang melarangnya. Yap, India pada September 2020 lalu sudah melarang PUBG Mobile. India berpikiran PUBG Mobile merupakan salah satu game paling kontroversial di negaranya. Ada banyak alasan India kenapa kudu memblokir game ini.

Alasan utamanya adalah sanggup mengancam keamanan negara. Selain itu, mungkin termasuk alasannya sebab banyaknya remaja India yang meninggal sebab kecanduan Game PUBG Mobile.

6. Minecraft

Kalian pasti tidak menyangka game yang mengasah kreatifitas otak ini dulu memperoleh pelarangan berasal dari negara Turki. Alasannya sebab konten kekerasan dalam game ini yang tidak cocok untuk para kalangan anak-anak. Adegan pembunuhan binatang dan monster adalah tindakan yang tidak cukup pantas menurut pemerintah Turki. Sehingga mereka kudu memblokir Minecraft.

7. Football Manager

Dalam daftar paling akhir game paling kontroversial ada Football Manager. Kalian tidak akan menyangka game yang membawa pemainnya untuk memimpin sebuah klub sepakbola ini kudu terblokir oleh pemerintah Tiongkok. Pelarangan ini terjadi sebab Football Manager membawa nama tim sepakbola negara Tibet dan Taiwan.

Lebih tepatnya pelarangan ini terjadi sebab Football Manager membawa isu politik dalam game-nya. Sekedar informasi, Tiongkok tidak dulu mengakui Taiwan dan sebagai negara yang berdaulat. Hal ini menyebabkan pihak developer kudu menghapus negara Taiwan dan Tibet supaya game-nya tersebut sanggup rilis di Tiongkok.